Sabtu, 25 Januari 2014

MENGKONSUMSI HABBATUSAUDA

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum.
Gimana sich cara penggunaan atau pemakaian habbatus saudah di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Kan sekarang ini sudah berupa pil. Tapi saya kepingin tahu cara mengkonsumsi pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam? Apakah direndam kemudian direbus lalu diminum….atau gimana?
Mohon ilmunya ya Dokter, Lagi pula tentu lebih murah biayanya, dan hasilnya tentu lebih baik.
Kan di Indonesia mudah didapat dan harganya murah. Jazakallah…
Jawaban:
Sampai sekarang kami belum mengetahui bagaimana cara pemakain habbatus sauda di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena memang tidak ada riwayat yang shahih yang bisa dijadikan patokan.
Habbatus sauda adalah obat dari segala macam penyakit kecuali kematian sebagaimana dalam hadits. Akan tetapi perlu diingat, ini masih bahannya saja.Untuk menjadi obat, perlu diketahui dosisnya, lama penggunaan, indikasi untuk setiap penyakit. Dan perlu mengetahui efek samping, kontraindikasi, ramuan dengan obat yang lain serta pengaruhnya terhadap sistem tubuh. Kita tidak bisa meminum asal-asalnya tanpa bimbingan mereka yang sudah ahli dan mengetahui ramuan habbatus sauda atau tanpa mengetahui sakit kita apa.
untuk mengetahuinya, maka perlu dilakukan penelitian dan uji coba yang ilmiah dan bisa dipertanggung jawabkan. Bukan hanya berdasarkan testimoni perorangan saja, karena kondisi setiap orang berbeda dan belum tentu bisa mewakili serta ada faktor lainnya, misalnya dia tidak hanya meminum habbatus sauda saja, ada obat yang lain ataupun dia memang sedang tahap fase penyembuhan.
Para thabib di zaman dahulu juga melakukan penelitian dahulu baru bisa menentukan dosis, indikasi serta penggunaannya. Kemudian ilmu tersebut diwariskan dengan proses belajar mengajar juga (tentunya tidak melalui pendidikan formal seperti saat ini).
Di zaman modern ini, maka untuk mengetahui hal tersebut perlu dilakukan penelitian ilmiah (evident based medicine) agar bisa dipertanggung jawabkan. Melalui berbagai tahap ujicoba. Sehingga dapat diketahui pada dosis berapa habbatus sauda efektif pada penyakit A, kemudian diramu dengan apa supaya habbatus sauda efektif untuk penyakit B.
Peneltian mengenai hal ini masih sangat sedikit, kami berharap agar beberapa dokter dan ilmuan muslim mau meneliti hal ini. Jika memang ada yang ahli dan ia sudah mengetahui bagaimana terapi dengan habbatus sauda maka ia bisa diminta pendapatnya bagaimana cara mengkonsumsi habbatus sauda agar menjadi obat atau suplemen yang baik.
Dijawab oleh: dr. Raehanul Bahrae

Tidak ada komentar:

Posting Komentar